Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Manusia Mati dimakan "GENGSI"

13 Agustus 2015 Kos Frozen MANUSIA MATI di MAKAN GENGSI ! Menarik jika di pikirkan. Ketika kalangan sosialita sangat menjunjung tinggi yang namanya “Gengsi”. Dengan semua kemewahan yang hanya didasarkan pada satu standar.   Berkiblatkan satu kata yang terkadang membuat seseorang melakukan penghambaan kepadanya. “MATERI” ini dia satu kata yang mampu membuat golongan di masyarakat secara umum. Fenomena sosial yang tak asing lagi bahkan ada Negara yang melambangkan Negara mereka   sebagai Negara kapitalis. Artinya apa ? Negara ini benar benar berkiblatkan pada meraup   keuntungan yang sebesar besarnya. Keuntungan apa ? lagi lagi “MATERI” menjadi kata kuncinya. “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (1) sampai kamu masuk kedalam kubur. (2) Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahuinya (akibat perbutanmu itu), (3) dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui dengan pengatahuan yang yakin, (5) Niscaya kamu benar-benar melihat neraka Jahim, (6) dan sesungguhnya kamu aka

ketika api membakar daun

Padang, 10 agustus 2015 Kamar Kos Frozen, 18:52 Pagi itu Senin, 10 Agustus 2015. Aku siap dengan pakaian rapiku menuju BANK BRI Limau Manis. Niat ku mencek penerima nama-nama beasiswa PPA. Tak ayal, semangat membarapun menggerogoti jiwa yang telah beberapa hari sendiri mengurung diri di kamar kos. Aku panaskan mesin motor ku, agar mudah jalan ku nanti. Ini pertama kalinya aku membawa motor ku sendiri di Negri yang mengajarkan ku tentang kemandirian. Yaah … tahun 3 di semester   5 kuliah ku, aku memutuskan untuk membawa kendaraan pribadi, agar mudah semua urusanku. “Mendung”, bisik batinku. Tapi tak membuat patah semangatku menuju BANK BRI tersebut. Aku mulai menggas motorku, berjalan perlahan, membelah pagi yang dingin. 5 menit mengendarai motor, aku sampai ditempat tujuan ku, aku bertemu dengan seorang teman ku, “Andin” biasa ku sebut. Ternyata niatnya juga sama dengan ku, "Mencek Beasiswa". Kamipun menunggu antrian, satu persatu nama mulai tersebut, sampai