I'M PSYCHOLOGIST NOT FORTUNE TELLER



“Jurusan apa dek ?”
“Psikologi kak”, jawabku was-was.
“Wah psikologi ya ? berarti bisa baca kepribadian saya dong. Coba deh adek liat saya, menurut adek saya tu orangnya gimana ?”
Haah  -____-“ Respon pertama yang selalu saya dapatkan ketika saya menyebut kata “Psikologi”.
Yaah .. sebenarnya tak ada yang salah dengan semua itu. Dulu sebelum psikologi menjadi bagian dalam hidup, aku juga berfikir seperti itu. Bahwa psikologi bisa baca orang, psikologi dokternya orang gila, psikologi itu angker, bla bla bla bla bla bla ….
Benar psikologi merupakan suatu cabang ilmu yang mempelajari jiwa/mental. Menurut asal katanya Psikologi berasal dari kata Yunani. Psyche=jiwa dan logos = ilmu. Namun psikologi tidak mempelajari jiwa/mental tersebut secara langsung karena sifatnya yang abstrak. Gimana coba kita mau mepelajari jiwa ? memangnya jiwa itu apa sih ? diapun juga tak terlihat. Coba deh jelaskan sendiri apa itu jiwa hhe J makanya jiwa itu disebut abstrak, sehingga ilmu psikologi ini membatasi manifestasi dan ekspresi dari jiwa tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya.
*Nah yang kedua.
“Kepribadian”
Sederhananya kepribadian menurut saya tingkah laku yang di tunjukkan seseorang dalam lingkungan sosialnya. Yaap simpelnya begitu.
Tapi ternyata hampir 2 setengah tahun mengambil jurusan psikologi, pengertian saya mengenai kepribadian berubah total. Banyak hal dan banyak pakar yang mendeskripsikan mengenai kepribadian ini.
“Pengen tau ?? yuuuk kuliah Psikologi” hehehe J
Singkatnya selama 6 bulan mengambil mata kuliah Psikologi Kepribadian. Saya menyimpulkan sendiri bahwa kepribadian itu merujuk pada sifat umum seseorang, seperti pikiran dan perasaan. Selain itu kata “kepribadian “ dipakai untuk membedakan individu dengan orang lain. Dilain  hal “Kepribadian “ juga merupakan  cara seseorang untuk berada di dunia dengan penampilan baik atau buruk. Kepribadian juga dibentuk oleh bebrapa hal seperti genetic dari kedua orang tua, lingkungan, kebiasaan, idealisme, dan lain sebagainya.
Nah … sekarang ngerti kan, kenapa mahasiswa S1 Psikologi suka ketawa sendiri kalau udah disuruh ngeramal kepribadian orang ?
Karna kepribadian itu tidak hanya bisa sembarang ditebak, karna kepribadian itu tidak bisa sembarang di ucap karna itu semua merupakan proses panjang dari tahap perkembangan seseorang. Seiring tumbuh dan kembangnya individu maka seiring itu pula lah kepribadian itu terbentuk. Jadi berhatilah-hatilah pada kebiasaan buruk yang selalu dilakukan, karna itu akan menjadi kepribadian kalian (iiihh horror)
“Jadi orang psikologi ngak bisa baca kepribadian orang ?”
Ooo jelas bisa, karna itu bagian keilmuan kami J. Itu semua bisa dilakukan melalui tes kepribadian salah satunya yang telah distandarisasikan dan di akui kevalidannya. Melalui assessment dimana kami melakukan proses pengumpulan informasi mengenai subjek untuk mendapatkan suatu pemahaman yang lebih baik.
            “Coba tebak keribadian saya, saya orangnya gimana? Coba tebak ini itu blab la blab la bla”, aahh sudahlah, berhenti mengajarkan saya untuk berprasangka. Karna kepribadian tak selucu teka teki silang.
Firman Allah,”Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karna sebagian dari purba sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati ? maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” …[QS Al Hujurat:12].
Rasulullah pun juga pernah bersabda tentang hal ini, “Karena sesungguhnya prasangka adalah berita yang paling dusta”.
Yuk sama-sama belajar …
Yuk sama-sama beproses …
Karna sejatinya kita (saya) hanya makhluk Allah yang fakir ilmu :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1/4 Memori YOUTEX

Ayah