"Yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, Hingga aku tersadar, bahwa yang akan terus bersamaku hanyalah Rabb-ku. Dia begitu dekat, lebih dekat dengan semua yang pernah dekat dengan ku. Dia lah yang mendengarku saat semua berpaling dariku. Semua akan sirna kecuali Dia yang Maha Agung" (Syaikh Ali Mustafa At-Thantawy -rahimahullah-)
Hidup dan kehidupan
Apapun itu namanya
Pada akhirnya hanya ada jasad dan Pemiliknya lah yang akan
berurusan
Bahkan orang orang yang memang kita sayangi dan kita
harapkan pun tak mampu menemani kita di akhir perjalanan hidup
Entah itu nanti kita yang akan meninggalkan mereka terlebih dahulu atau pun sebaliknya
Pada akhirnya ?
Hanya jasad dan Sang Pemiliknya lah yang akan berurusan
Ketika hati gundah dan tak ada seorang pun yang memahami
Lagi-lagi hanya jasad dan Sang Pemiliknya lah yang
tertinggal
Aduhai .. apalagi yang lebih menenangkan dari deraian air
mata yang jatuh ketika bersujud kepadaNya
Apalalgi yang lebih mengharukan ketika pelukan itu begitu
sangat terasa disaat butir butir tasbih terus digerakkan
Sesekali , berfikirlah sejenak …
Mungkin kita memang memiliki beberapa telinga yang siap
menampung seluruh luapan emosi yang kadang kita rasakan
Kita juga memiliki banyak bahu yang siap menahan kepala yang
terkadang mulai tertunduk menghadapi dunia
Namun ada beberapa hal yang bahkan ketika 10 pasang
telingapun siap mendengar dan sekian bahupun siap menahan kepala, yang hanya
akan terasa terselesaikan ketika sajadah itu di gelar
Ketika sujud yang lama hadir di tiap tiap raka’atnya, Ketika
kedua tangan menengadah memohon kasih sayangNya, dan ketika air mata mengalir
memohon ampunanNya
Padang, 20 April 2015
Kos Frozen, 00.10 WIB

Komentar
Posting Komentar