G-A-L-A-U
Ada yang lagi galau ?
Ayo acungkan tangan … hahah
Galau karena putus cinta ? Ah basi, move up dong !
Galau karna LDR ? makanya jangan LDR
Atau …
Galau karna belum dapet jodoh ? hati hati terlalu banyak
memikirkan jodoh bisa membuat iman mu roboh
Mahasiswa tahun akhir !
Mana mahasiswa tahun akhir ! Sini acungkan tangan dulu
Galau karna masih belum kelar atau galau karna masih belum
dapat judul ?
Haha what ever lah ya , yang penting itu skripsi pasti akan
kelar kok kalau ikhtiarnya di galakkan lagi
Mangat yak !!!
Kemaren, Kamis 22 september saya dan beberapa orang teman
mengikuti sebuah pelatihan manajemen karier dan konseling di PKM Universitas
Andalas. Saya berfikir sembari menyegarkan fikiran yang masih menggalaukan
skripsi yang tak tentu ujung pangkalnya gimana. Hufftt. Skripsi oh skripsi. Namun,
Beberapa kali mengikuti pelatihan ini benar-benar membuka fikiran saya bahwa
skripsi bagi mahasiswa tahun akhir bukanlah hal yang harus digalaukan atau
dibuat susah, lebih dari itu ada hal besar yang harus dipersiapkan setelah
melalui fase dramatis ini.
“Dunia Kerja !!!”
, Yap ini kata kunci nya.
Dunia kapitalis tidak akan menerima orang-orang yang tidak
memiliki passion di bidangnya. Orang orang
yang tidak memiliki daya tarik secara soft skill.
- Kababilitas : tidak sebatas memiliki keterampilan (skill) saja namun lebih dari itu, yaitu lebih paham secara mendetail sehingga benar benar menguasai kemampuannya dari titik kelemahan hingga cara mengatasinya
- Kapasitas : daya tampung
- Kreativias : daya cipta
- Kredibilitas : dapat dipercaya
- Komitmen : perjanjian akan sesuatu
- Kompabilitas : kesuaian
- Karakter : sifat yang membedakan dengan orang lain
“IPK yang tinggi tidak menjamin
anda bisa memilih dunia kerja apapun, namun IPK tinggi merupakan tiket awal
untuk memasuki dunia kerja yang anda mau”, suara itu melamunkan saya seketika.
“Haah dunia kapitalis benar benar
mendoktrin kita yang ingin bersaing di dunia kerja”, bisik batinku.
“kalian adalah generasi Y,
generasi 90an yang tumbuh dan berkembang bersama teknologi. Dunia kerja
sekarang sangat jauh berbeda dengan dunia kerja dahulu. Di tahun 70an
seseoarang dengan gelar sarjana bisa dengan mudah memasuki jalur pekerjaan yang
sederajat dengan gelarnya. Sekarang, S1 bisa dikatakan mulai tidak di
perhitungkan lagi, lalu apa lagi yang mampu mendukung ? Soft skill !!!”, kembali suara itu menyentakkan ku.
Maka dari sekarang berlatih lah
untuk
ü
PLAN
ü
DO
ü
CHECK
ü
ACTION
Apalagi sekarang Indonesia juga
sudah memperlakukan Masyarakat Ekonomi Asean, sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi
perdagangan bebas antarnegara-negara ASEAN.
So, persaingan akan dunia kerja pun tidak hanya dengan orang-orang pribumi
melainkan dengan orang orang yang berada di belahan bumi berbeda dengan kita
(ehek serius amat boss).
Gimana ?
Mulai stress ngebaca tulisan saya ?
Hahah sudah sejauh mana persiapan dalam
memasuki dunia kerja ? mahasiswa tahun akhir … udah ah galauin skripsi mulu,
apalagi galau karna cinta. Hei, dunia ini tidak sebesar lapangan bola kok. Kamu ! iya kamu ! berdiri dulu di kaki sendiri, baru mikirin seseorang yang kamu simpan jauh dilubuk hati (eeak romantiskan). Yang harus dipikir itu mau ngapain setelah dapat gelar sarjana ? mau dibawa
kemana itu gelar sarjana ?
Selamat bermimpi, selamat menulis target,
selamat berikhtiar
Tenang aja Allah udah jamin kok rezeki tiap
makhluk-Nya, bahkan binatang pun Allah udah jamin rezekinya. Tinggal kita nya
aja selalu usaha dan selipkan doa untuk setiap pengharapan. Toh bahagia tiap
orang juga beda beda. Udah gitu dulu aja. Keep positive thinking ya :)
Komentar
Posting Komentar