Ketika Logika tak sejalan dengan hati

“Ketika logika tak sejalan dengan hati”,  Tsaaaaahhhh … judulnya gaya amat ya .. hahah no what what lah wkwkw :D

 

Kemarin ada DM masuk lewat instagram pribadi saya dan  menanyakan tentang perang batin, secara psikologis itu gimana.

Makanya kepikiran aja buat nulis sama katarsis lagi, khususnya mau bahas mengenai perang batin secara psikologis.* (Maaf, cuman sepemahaman saya, masih belajar soalnya).

Pernah ngak sih kalian ngerasain suatu hal itu ngak sesuai sama kalian, kalo dijalanin ngak enak, ngebatin aja,  terus akhirnya jadi stress sendiri. Atau , ragunya tingkat dewa banget, kalo dipikir pikir satu sisi begini tapi sisi lain begono, akhirnya kebanyakan tapi deh … Yap !! sederhana nya gitu.

Sebut aja lagi ngerasain yang namanya “Perang Batin”.

Perang batin terjadi manakala ada ketidak akuran antara hati dan pikiran, antara perasaan dan akal...

Semua ini di sediakan oleh alam dalam tubuh kita agar memunculkan keputusan yang lebih 'pas' melalui serangkaian penyesuaian hati dan akal tadi.

Kalo dibahas dari prespektif psikologi, perang batin itu terjadi karena ketidak seimbangan antara id (dorongan yang bersifat kepuasan), ego (perwujudan dari id), dan super ego (memberikan batasan baik buruk, berisi nilai dan moral).

Ngerti ? haha puyeng ya wkwkwk :D.

Sederhananya ketika kita menginginkan sesuatu, kemudian ego mewujudkannya, dan setelah itu baru deh super ego yang menimbang2 apakah hal itu baik atau buruk untuk dilakukan.

Dalam psikologi  kognitif, orang yang lagi perang batin mengalami cognitive dissonance. Dimana sebuah perasaan tidak nyaman yang memotivasi orang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyamana tersebut.

Sedangkan dalam psikologi sosial, perang batin bisa terjadi karena ketidak sesuai antara real self dengan ideal self.

Ringkasnya begitu :)

Sebenarnya banyak penyebab dari perang batin ini sendiri, tergantung masalah seperti apa yang dihadapi seseorang. Intinya orang-orang yang mengalami perang batin, adalah orang-orang yang belum selesai dengan dirinya sendiri. Karna setiap orang punya skema konsep masing2, value nya masing2, pemikirannya masing2. Kita pun juga tumbuh dan berkembang dengan lingkungan masing2 yang semua orang tidaklah sama, jadi wajar aja kalo satu saat kita pernah ngalamin yang namanya perang batin. Saya pun pernah mengalami hal tersebut :)

Terus solusinya ?

Secara psikoanalisis, kita harus mampu menyeimbangkan antara id, ego dan super ego.  Setiap orang dari kecil udah ditanamkan sebuah konsep, entah itu tentang nilai, norma, agama, atau apapun yang menurut orang tua benar. Maka ketika kita mengalami perang batin, pilihlah jalan yang menurut mu itu benar, sesuai dengan konsep yang ada, sesuai dengan value yang ada. Dan ketika real self dan idel self terkadang jauh berbeda, kita pun juga harus mampu menerima itu semua. Cari titik masalahnya dan selesaikan :)

Bagi kita yang beragama Islam, Alquran pun juga sangat banyak memberikan solusi bagi kita. Saya teringat firman Allah dalam surat al-A'raf ayat 179, "... Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." :((

Ingat .. libatkan Allah dalam setiap keputusan mu, “…karena hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang” (Ar - Ra’du : 28).

“ Aduhai … Dimana lagi kita jumpai ketenangan, selain hati yang terikat pada-Nya. Ikatan yang kita jalin dengan usaha, ikatan yang kita sambung melalui do'a, ikatan yang kita rekatkan dengan ayat-ayat-Nya, ikatan yang kita kuatkan dengan petintah-nya dan ikatan yang kita kencangkan dengan banyak kebaikan”


Semoga bermanfaat :) just sharing, masih banyak belum tau nya :)

Happy MONDAY n_n

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1/4 Memori YOUTEX

I'M PSYCHOLOGIST NOT FORTUNE TELLER

Ayah