Cek Hati, Cek Niat
Cek hati, cek niat...
“Amal itu tergantung niat”
Pernah ngak sih denger kata kata ini ?
Yang kalau kita mau ngerjain sesuatu atau memutuskan
sesuatu, cek lagi niat nya apa.
Dan pernah tidak, kamu mencek seberapa baik niat baik yang
ada dalam hati mu ?
Karna terkadang, dalam sebuah niat, masih saja bisikan setan
bersarang.
Based on my experience,
Di zaman yang orang orang bisa terasa begitu lebih dekat,
bisa terexspose tanpa batas, memperlihat kan apapun, berbagi apapun akan banyak
hal yang mempengaruhi kemurnian hati
Yap …
Dunia sekarang sudah pongah dengan kemajuan teknologi nya,
salah satunya “Instagram”.
Sebuah akun sosial media yang bagaikan 2 mata pisau bagi para penikmatnya.
Lalu apa hubungannya dengan niat ?
Yok, terus baca, just sharing my experience ….
Jum’at, 18 November 2016, saya dan temen satu kelompok
melakukan observasi di sekolah YPPLB Mangunsarkoro, Padang. Kita kebagian buat
ngobservasi anak dengan tunarungu. Liat proses belajarnya seperti apa, metode pembelajaran
seperti apa, bagaimana mereka berinteraksi dan banyak hal lainnya. Mereka adalah
anak anak istimewa dengan rasa syukur yang luar biasa. Sepintas lalu tidak ada
yang salah dengan mereka, biasa saja layaknya anak anak normal, bahkan secara
fisik mereka tercipta begitu sempurna, yang cewek, cantik yang cowok cakepnya
ngalahin cowok2 psikologi. Hehe iyaa serius, sampai ada satu temen ngebet minta
foto sama salah seorang anak tunarungu tersebut.
Hampir 2 jam kami melakukan observasi, setelah jam sekolah
selesai, kami berfoto, lumayan kesulitan juga kami mengajak mereka untuk bisa
berfoto, karna kami harus memakai ekspresi dan isyarat yang bisa mereka
mengerti. Ckrek … ckrek … beberapa foto
pun selesai diambil.
Sampai kosan, liat liat itu foto, hmm langsung aja niat buat
ngpost di instagram. Niat awalnya sih baik, ngpost di ig (instagram) biar yang
ngeliat berasa bersyukur bisa diberi kesempurnaan sama Allah. Tapi ada sedikit
bisikan yang akhirnya mencacatkan niat baik, buat bikin caption bahwa anak anak dalam
foto adalah anak anak dengan kebutuhan khusus, yaitu tunarungu.
“Rasanya kalo update foto, tanpa caption yang bilang kalau
mereka itu anak tunarungu, pesannya belum sampai buat orang yang liatinnya agar
selalu bersyukur, karna memang tak ada yang salah dengan kondisi fisik mereka”
Dan saya pun menganggukkan bisikan itu. Astagfirullah, saya
pun kemakan bisikan setan.
Terus, lagi asyik bikin caption, tiba2 notifikasi line saya
berbunyi, dari temen satu kelompok, dia bilang supaya apapun kegiatan kita di
sekolah YPPLB itu jangan di post di sosial media manapun, karna itu melanggar
kode etik Psikologi.
Liat grup angkatan, ternyata juga pada heboh, kalau angkatan
kami dapat teguran dari senior-senior psikologi, karna banyak angakatan kami
yang mempost anak anak yang berkebutuhan khusus ini di sosial media mereka.
Aahhh …
Saya teringat foto yang hanya akan dalam hitungan detik ingin saya
masukkan ke dalam akun instagram saya, caption untuk foto tersebut pun sudah
saya siapkan, yang niat awalnya agar orang kembali bersyukur dengan
kesempurnaan yang diberikan Allah, namun ada niat “Ria” ingin di puji disana.
Na’uzubillah. Astagfirullah
Dan Alhamdulillah, foto tersebut batal dan tidak jadi saya
post.
Lihatkan bagaimana setan begitu halusnya membelokkan niat
kita ?
Lihatkan bagaimana hebatnya setan menutupi keburukan melalui
pembenaran demi pembenaran yang kita buat sendiri
“Ngak papa lah ngpost ini, kan niatnya dakwah”, yakin
niatnya cuman dakwah ? ngak ada ‘riya’ kan disana ? tanya lagi hatimu, cek hati
mu, cek niat mu !!!
Yuk cek lagi niatnya ..
Cek lagi hatinya ..
Semoga tetap dalam lindungan Allah
Just sharing , cuman Nasehatin diri sendiri kok :)
Komentar
Posting Komentar