Blok Observasi Wawancara, Well Done :)



Yeaay Alhamdulillah 1 blok selesai di semester ini :D

Sebut saja blok pemula, blok overview penyapa para mahasiswa baru yang berhasil membuat beberapa anak kelas “tumbang” karena kelelahan. Ini baru 2 sks, belum blok profesi selanjutnya yang 4 sks, it's oke, yang penting jangan lupa bahagia :”)

Dalam keprofesian psikologi, blok observasi wawancara ini merupakan tahap awal untuk mahasiswa bisa merancang panduan agar bisa menggali data di lapangan, sehingga nantinya mampu menegakkan assessment dan menentukan intervensi yang tepat untuk case yang sedang dihadapi. 
Gimana ? pusing ?
Baiklah kita bahas yang lain. Hahah

2 sekolah pun di pilih untuk melakukan praktek lapangan ini. Nah ini poin penting yang ingin saya bagikan J

Di dua minggu pertama, kami diturunkan di SLB di salah satu kota Yogyakarta. Kami mendapat kan satu kasus tentang anak berkebutuhan khusus. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, ada yang tinggal dipanti asuhan sampai anak dosen dan dokter pun ada disini :”)
Pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini, satu hal yang terbesit di kepala saya adalah orang tua mereka adalah orang-orang hebat. Iya, orang tua paling kuat di dunia yang dengan syukur dan sabarnya memiliki anak-anak luar biasa ini. Autism, Down sindrom, Retardasi mental, Tuna Grahita. Pernah berinteraksi langsung dengan anak-anak luar biasa ini ?
Kamu akan kembali melipatgandakan syukur mu, karena memiliki intelektual dan kemampuan yang normal. Bisa berkativitas, memutuskan pilihan sendiri, merasakan hal-hal baru dan apapun yang telah kamu lalui sampai di titik kehidupan mu yang sekarang. Dan 2 minggu adalah waktu yang sangat singkat untuk bisa mengenal mereka.

2 minggu berikutnya, kami diturunkan di TK Boarding School dengan akreditasi sekolah A. perbandingan yang sangat kontras memang. Disini kami kembali melakukan obervasi dan wawancara bersama anak-anak, guru dan orang tua klien. Dan poin selanjutnya yang saya dapatkan adalah, memiliki anak yang normal, cerdas serta tumbuh kembang yang bagus adalah anugrah terindah untuk setiap orang tua. Ada harapan besar yang bisa di tanam dan dibentuk dari si Anak. tapi apa yang kami temukan di beberapa kasus di sekolah ini ?
Orang tua yang dengan tingkat ekonomi menengah keatas dan sibuk bekerja sampai malam. pertemuan yang jarang dengan anak, karena tuntutan pekerjaan sehingga anak banyak menghabiskan waktu bersama pembantu, baby sister atau nenek mereka, anak-anak yang didik dengan pola asuh yang salah, atau anak-anak yang tumbuh tanpa figur orang tua yang lengkap (ini hanya sebagian kasus).

Tanpa disadari hal ini berdampak pada seluruh aspek kehidupan anak, terutama pada bagian perkembangan emosi dan sosial. Sederhana, simpel, bahkan hal kecil yang mungkin dengan mudahnya terabaikan tetapi menarik untuk dibahas. 

Ternyata menjadi orang tua itu bukan hal yang mudah ya :”) mungkin itu lah tersebab Ridho Allah tergantung pada Ridho Orangtua. 


udah segitu aja, 
happy weekend :") 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

1/4 Memori YOUTEX

I'M PSYCHOLOGIST NOT FORTUNE TELLER

Ayah