Kemana Saja Selama Ini?
Hari itu aku bersemangat sekali mengajak motor plat BA yang berdomisili di kota AB menuju rumah LQA (Learning Qur’an for All). Hari itu cukup menjadi momen penting bagiku. Setelah mengukuti kelas Tahsin 2 di program LQA selama hampir 9 minggu, sekarang saatnya penentuan.
“Ujian Tahsin 2 untuk maju ke kelas Tallaqi”.
LQA ini sendiri merupakan salah satu program memperbaiki bacaan Al-Quran yang ada di kota Yogyakarta. Ada 4 tingkatan yang harus diselesaikan sehingga peserta bisa mendapatkan sertifikatnya, mulai dari Tahsin 1, Tahsin 2, Tallaqi terakhir Tahfidz. Untuk naik ditiap tingkatnya, para peserta harus mengikuti ujian terlebih dahulu setelah hampir 10 minggu belajar bersama ustadz dan ustazah disana.
Sebagai seorang yang dari dulu tinggal di Sumatera Barat, tepatnya Kabupaten 50 Kota, aku tidak terlalu mendapatkan ilmu yang sedetail sekarang ini saat belajar mengaji. Masa belajar Al-Quran ku banyak dihabiskan di TPA, sebuah lembaga atau kelompok masyarakat nonformal yang memberikan pengajaran membaca Al-Quran. Namun pada waktu itu yang penting bisa baca Al-Quran dan tau huruf arabnya saja.
Tak heran, untuk belajar Al-quran aku tergolong salah satu anak yang cukup cepat mempelajari Iqro’ dan bacaan Alquran. Aku termasuk yang paling kecil diantara semua anggota kelompok bacaan Alquran yang ada.
Seiring proses belajar ku, Aku juga sering menjadi perwakilan antar surau untuk mengikuti beberapa perlombaan MTQ dan sempat membawa pulang beberapa hadiah.
Dan dari sini cerita itu dimulai…..
“Huruf waw nya perhatikan lagi kesempurnaan pengucapannya nggih”
“Pada saat Fathah mulutnya dibuka lagi”
“Khafi dan jail yang lain seperti Nabr, Konsistensi Mad dan Ragam hukum diperhatikan lagi nggih”
Beberapa koreksi Ustadzah yang mengujiku di Ujian Tahsin 2 kala itu.
“Baik ustadzah”, jawabku singkat
Ujian siang itu terasa lebih deg-deg kan,” Ah tak apa, kalau tidak bisa langsung Tahfidz, insyAllah bisa Tallaqi dulu lah, insyAllah lulus”, bisikku percaya diri.
“Baik, karna mba Nova sudah melaksanakan Ujian Tahsin 2 dan dengan segala pertimbangan yang ada, saya selaku penguji memutuskan untuk belum meluluskan mba Nova ke tahap selanjutnya, dan diharapkan kembali mengulang di Tahsin 2”.
Gubrak !!!!!
Keputusan Ustadzah disiang itu benar-benar menampar saya yang terlalu percaya diri dengan ilmu yang sudah dipelajari sebelumnya. Layaknya katak dalam tempurung, cepat merasa puas dengan yang sudah dipelajari, padahal ilmu Allah itu sangat lah luas, termasuk untuk terus belajar tentang Al-Quran.
Dalam hati
aku pun berbisik ;
” Ahh, kemana saja selama ini ?”
Komentar
Posting Komentar