Jika Istri mu Seorang "Psikolog"
Suatu
hari jika kamu menemukan ku sebagai istri mu, satu hal yang pertama kali ingin
ku sampaikan. Satu hal yang aku ingin agar kamu tau, paham, dan selalu ingat.
“Bahwa Aku TIDAK Bisa Membaca
Pikiran Mu”.
Aku bisa memahami mu hanya jika
kamu menunjukkan kepada ku apa yang harus ku pahami. Kita berdua dulunya orang
yang saling tidak mengenal bukan ? Jika suatu hari aku belum paham tentang
jalan pikiran mu, perasaan mu, persepsi mu terhadap sesuatu, keinginan mu. Tolong
bersabar, aku akan setia belajar.
Suatu
hari jika kamu menemukan ku, sebagai istri mu, satu hal yang aku minta kepada mu,
support, dukungan, motivasi, sudut pandang, postif, afeksi. Apapun itu
istilahnya, yang aku inginkan kamu paham, aku juga manusia biasa yang kadang
lemah, kadang murung, bad mood, down,
kecewa, putus asa, kadang bisa kesal dan marah. Dan jika itu terjadi, aku ingin
kau selalu hadir di sisi ku. Nyata ataupun maya. Membantu memperbaiki mood ku, meluruskan niat ku, memotivasi
jiwa ku, meredakan amarah ku, menerangi kebingungan ku. Sekecil apapun itu, aku
sangat berterima kasih.
Jika
suatu hari nanti kamu menemukanku, sebagai istrimu, jangan pernah mengatakan,
”Kamu kan Psikolog … Harusnya …. “
Aku tau tentang perkembangan manusia, perkembangan yang
berakibat baik dan buruk. Jika perkembangan itu dimulai dari usia dewasa, masa
ketika aku kuliah psikologi. Maka aku yakin, aku bisa menjadi manusia yang
sempurna untukmu.
Tetapi sayang,
perkembangan manusia itu dimulai dari sejak kita bayi. Tentu aku mengalami
masa-masa buruk, masa-masa yang tidak terlalu mendukung perkembangan ku.
Masa-masa yang kadang traumatis dan kadang menyedihkan. Masa-masa yang
menyisakan untuk finish business dan
memberi bekas pada ku hingga saat ini.
Jangan
pernah katakana ya ? :”)
Jika
suatu hari kau menemukan ku sebagai istrimu. Maukah kau mendengarkan
konsep-konsep kehidupan berumah tangga yang aku pahami dan aku pelajari ?
mendengarkan saja dulu. Tentang komunikasi yang akan kita terapkan, tentang
fungsi dan peran masing-masing diri dalam rumah tangga, tentang aturan-aturan
yang harus kita jaga dan patuhi. Dan yang paling utama adalah bagaimana kita
mengkonsepkan dalam mendidik anak. Tentu aku punya pertimbangan psikologis
dalam semua hal itu. Untuk itu aku membutuhkan mu untuk mendengarkan. Karena
aku paham yang menjalani rumah tangga ini bukan aku, tapi KITA. :) . Pun ketika kamu
memiliki konsep konsep yang lain, aku sangat mau untuk mendengarkannya.
Jika
suatu hari kau menemukanku sebagai istrimu nanti …
Tolong
jangan terganggu dengan orang-orang yang senang curhat kepada ku. Mereka yang
menelpon secara tiba-tiba, yang tiba-tiba datang ke rumah. Diantara mereka ada
yang mungkin klien yang tidak aku kenal. Namun, diantara mereka mungkin juga
teman-teman ku sendiri. Diantara mereka, ada yang perempuan dan ada juga laki
laki. Untuk kau tau, jika dalam dunia psikologi ada kode etik yang tidak boleh
mencampurkan urusan pribadi dengan masalah klien, tetapi jika klien itu teman
sendiri ? Atau teman sendiri yang tidak mendaftar resmi sebagai klien tetapi
meminta nasehat sebagai teman yang kebetulan psikolog ?
Maka
tolong bersabar, jangan terganggu .. Aku ingin kamu selalu ada disitu, untuk
selalu mengingatkan ku.
Jika
suatu hari nanti kamu menemukan ku sebagai istrimu …
Bolehkah
aku tinggal dirumah saja ?
Mendirikan
biro konsultasi dengan klien yang sangat terbatas sebagai janji profesiku,
karna aku ingin selalu hadir dalam setiap perkembangan anak anak kita. Aku
selalu ingin ikut campur dalam mengajari agama,moral, emosi, sosial dan
intelektual. Bolehkan aku menjadi guru utama anak anak kita kelak ? maksudku,
mungkin ini sedikit ekstrim.
Bolehkan
anak anak kita kelak sekolah dirumah saja ? jika nanti anak anak kita ingin
bersekolah bersama dengan teman-temannya, bisa kita pertimbangkan, bukan untuk
menyerahkan seluruh perkembangan anak ke sekolah, tapi hanya untuk perkembangan
sosial saja, aku tidak terlalu berhasrat memiliki anak brilliant.
Sorry
for that …
Aku
sangat berhasrat agar anak kita memiliki kematangan emosi dan pertimbangan
moral yang baik. Dan aku sudah mempelajari caranya :”)
-Anonym-
Tulisan facebook
Komentar
Posting Komentar