Program 3 Hari Produktif


Hehe biasa aja … ngak usah mikir keras gitu baca judul nya
hanya sebuah pelampiasan karna batal pulang kampung, jadinya harus ngerombak ulang planning 3 hari libur biar lebih produktif

****
Jumat : ikut seminar Ekonomi syariah
Sabtu : Ikut Seminar Motivasi
Minggu : Menghadiri acara LDK & me time
“Oke sip, pokoknya 3 hari libur  harus produktif, balas dendam karna ngak jadi pulang kampung !!!”, tekad batin ku yang gagal pulang kampung (lagi).

*Jumat, 2 Desember 2016, Auditorium FE UNP
Berada diantara orang orang yang memakai identitas mahasiswa ekonomi, mungkin saya (mahasiswa psikologi) adalah satu satu nya yang berhasil masuk secara legal dalam seminar ekonomi syari’ah yang bertemakan “Prospek Wisata Halal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Syari’ah di Indonesia”. Hehe.

Menarik, sungguh menarik …

Pernah makan di rumah makan padang ? oke jangan sebut merek ya, sebut saja rumah makan sederhana.

Tau kan kalo makan di rumah makan Padang gimana ?
Semua khas masakan Padang di hidangkan à Nikmati makan à selesai à pelayan nyoret2 kertas à pas liat bon nya à si konsumen langsung menjerit sambil meringis dalam hati “Hah sumpah ? kok mahal banget, perasaan makannya ngak banyak2 amat”.

Nah … kalau ceritanya udah gini gimana ? Bisa saja konsumen tidak ikhlas dengan uang yang diberikan nya kepada produsen, karna konsumen merasa adanya ketidak sesuaian antara yang ia beri dengan yang ia terima. Jadinya rezeki yang diterima pun … hmm … (pikir sendiri)

Ini lah salah satu kenapa program wisata halal (termasuk salah satunya kuliner) sangat penting untuk digadangkan2kan, selain banyak manfaat yang bisa diambil dari program ini, program hidup bergaya halal pun juga akan dapat terwujud olehnya. Salah satu nya, ya itu tadi, destinasi wisata halal, harganya sudah jelas sehingga wisatawan pun nyaman dan bisa memperkirakan berapa pengeluaran yang harus ia keluarkan.

And you know ….

Provinsi Sumatra Barat akan mewakili Indonesia dalam World Halal Tourism Award 2016 yang akan dihelat di Dubai, Uni Emirat Arab akhir tahun ini. Sumbar mewakili Indonesia untuk kategori Worlds Best Halal Destination, Worlds Best Halal Culinary, dan Worlds Best Halal Tour Operator, Ero Tour. (uyyee Prok prok prok)

“Wisata halal bukan untuk mengislamkan yang sudah ada, tapi mengembangkan yang sudah ada”, tegas salah seorang pemateri yang luar biasa.

Menarik, menarik jika mau belajar memahami

Terus hubungannya sama psikologi apa ?

Hahah apa ya ?

 Baik, saya mau coba hubungkan dengan menggunakan hierarki kebutuhan maslow (Psikologi Kepribadian) . Dimana maslow mengatakan bahwa manusia memiliki tingkatan dasar kebutuhan. 


Nah, kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan paling dasar yang harus dipenuhi sebelum kita memenuhi kebutuhan kebutuhan lainnya. Karna Maslow memberi hipotesis bahwa setelah individu memuaskan kebutuhan pada tingkat paling bawah, individu akan memuaskan kebutuhan pada tingkat yang berikutnya. Jika pada tingkat tertinggi tetapi kebutuhan dasar tidak terpuaskan, maka individu dapat kembali pada tingkat kebutuhan yang sebelumnya. (Uiik baca aja, ngerti ngak ? hehe).

Nah hubungannya dengan ekonomi ?

Jadi salah seorang pemateri berkata,” Dengan adanya program world halal tourism, maka itu bisa menjadi peluang usaha bagi banyak orang, entah itu dari segi industri kreatif, wisata halal, dsb. Yang pasti jika masyarakat cerdas melihat peluang, maka itu semua akan menjadi pemasukan ekonomi bagi masyarakat. Tapi ingat, caranya harus sesuai dengan syari’at Islam. H-A-L-A-L.”

Nah, balik lagi ke teori Maslow tadi, tentang kebutuhan fisiologis. Ketika seseorang memiliki ekonomi yang cukup atau baik, maka secara otomatis, dia pun akan mampu memenuhi semua kebutuhan fisiologisnya, minimal kebutuhan fisiologisnya dapat teratasi (seperti makan). Dan ketika seseorang sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar tersebut maka ia akan mampu naik ke tahap selanjutnya sampai akhirnya ia mampu mengektulisasikan diri.

hal ini akan mampu mendukung tercapainya Psychological well-being pada diri individu, dan individu mampu sehat secara mental.

Hmm .. hukum tarik menarik yang menarik J

****

Lalu bagaimana dengan kegiatan Sabtu Minggu saya ?

wait for the next story …

Just sharing, semoga bermanfaat , Happy weekend :) 



Komentar

  1. Kampungnya jauh ya kak? Gapapa kok, yang penting bisa bermakna liburannya. Dahsyat :D

    BalasHapus
  2. Kampungnya jauh ya kak? Gapapa kok, yang penting bisa bermakna liburannya. Dahsyat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beeuuiihh jangan ditanya dek, jauh ke pelosok negri 😒

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

1/4 Memori YOUTEX

I'M PSYCHOLOGIST NOT FORTUNE TELLER

Ayah